Wednesday, 25 May 2011

gak gaul lo...

"gak gaul lo", kata2 itu sering banged kedengeran di kalangan anak abg jaman sekarang, seandainya seseorang gak punya sifat/sesuatu yang masuk kriteria "gaul", pasti itu kata langsung keluar. Tanpa pikir panjang mereka menyerukan phrase populer itu.
padahal kalau kita liad lagi dengan lebih teliti, "kriteria" yang mereka buat itu lumayan lucu. Kalau berdasarkan pengalaman gue, kriterianya itu,
-easy goin'
-bisa diajak keluar kapan aja,
-punya banyak temen,
-ngerti bahasa-bahasa gaul,
-pembawaan santai, gak kaku,
-sadar fashion,
-eksis,
-uptodate (ikut arus trend yang lagi in)
-dll
dan kebanyakan anak-anak muda berlomba untuk disebut "gaul". bagi yang belom gaul berusaha mati-matian untuk mendapat pengakuan dari orang sekelilingnya bahwa mereka gaul. buat yang udah diakui gaul, mereka berusaha mempertahankan status mereka dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan memilih-milih temen-temen mereka. coba aja liad anak-anak yang dikasih label "gaul", mereka cenderung lebih mau berteman dengan orang" yang juga disebut sebagai anak gaul. seandainya pun ada anak gaul yang punya teman anak ga gaul, atau jaman sekarang lebih sering disebut anak cupu, anak gaul ini pasti ga akan terlalu deket dengan si cupu pas dia lagi sama temen-temennya yang "gaul", seakan-akan si cupu adalah orang yang berbeda kasta. yang anak-anak gaul ini ga tau adalah, biasanya si cupu ini, BIASANYA YA, dalam waktu 10 tahun ke depan punya kemungkinan yang lebih besar untuk jadi orang sukses.
dan mereka ga tau kalo 10 tahun kemudian si cupu bisa berada di kasta yang lebih tinggi daripada mereka.
kenapa gue bilang begitu? karena anak-anak gaul biasanya lebih banyak membuang waktu mereka bersama temen-temen gaulnya dibanding melakukan tugas utama mereka yang kedengerannya "ga asik", BELAJAR. sementara si cupu yang temennya gag sebanyak anak-anak gaul itu seengganya punya waktu yang cukup untuk belajar.
dan jangan lupa apa yang lo tanam, itu yang lo tuai, jadi kalo lo nanem yang bagus", itu yang lo tuai, kalo lo nanem yang jelek", itu juga yang lo tuai. gue bukan bilang itu jelek untuk jadi gaul, tapi kebanyakan anak gaul lupa kalo untuk jadi "orang". kita mesti banyak belajar, karena belajar itu selalu beguna. dan selain itu banyak orang bijak bilang, manusia tidak akan pernah berhenti belajar.
so that's it for now, cya later.
jute nacht.

Wednesday, 18 May 2011

roti dan persepsi yang salah

met pagi semua, gue baru bangun tidur nih, huaaaahmm.
cuaca enak banged dah belakangan ini buat tidur, pas malem" kurang lebih 8 derajat, just perfect for sleeping.
anyway, setelah bangun pagi gini, gue merasa terpanggil untuk menulis tentang roti, ga tau kenapa, mungkin karena kepikiran bahwa orang indo suka sarapan make roti, yang kalo kita liad" ternyata konyol.
pasti para pemakan roti yang baca posting ini bakal gondok pas baca tulisan 'konyol' di atas, lemme tell you why.
Disini banyak orang yang breakfast, even dinner make roti. but, as you know german have high quality breads, like french and japanese. nahh, itulah bedanya,, kalau mau bukti, silakan ambil satu pack roti tawar indo, taroh di meja, dan tinju di bagian tengahnya, apa yang terjadi? pasti gepeng, soalnya rotinya isinya angin doank, beda dengan roti disini, roti disini dipotong aja susah, mesti make pisau roti yang panjangnya bisa ngalahin penggaris butterfly.
dan percayalah, makan 1 roti n semangkok cereal disini pada pagi hari bakal ngebuat lo semua kenyang, begah malah (lebay). tentu aja roti yang gue maksud disini tu roti 'vollkorn', yang gandum asli. n gue tau banyak orang indo gag suka roti gandum, padahal itu sehat loh, dan rasanya juga lebih enak menurut gue kalo di toast dulu.
ohiya, gue ada resep bikin cemilan nih, ini cemilan andalan gue karena selain gampang bikinnya, kita juga ga mesti keluarin duit banyak", here's how to make it
1. ambil cangkir, isi dengan koko crunch, or any other cereals, isi sampe 1/2 cangkir
2. ambil susu kental manis, n tuang di atas cereal tadi, tuang sampai permukaan cerealnya tertutup sama susu kental manis
3. masukin cereal lagi sampai cangkir penuh, dan kasih topping susu kental manis lagi
4. terakhir, masukin susu full milk (buat yang mau gendud)/ susu rendah lemak (buat yang lagi diet)/ skim milk (buat yang obessed) tapi sedikit aja, ga usah banyak".
voila, jadi deh, tinggal ambil sendok, n nyalain DVD, pewe banged dah tuh.
that's it for now, I have to make my "cereal" fo breakfast
c ya real soon! :)

Tuesday, 17 May 2011

dunia mimpi dan dunia nyata

apakah itu dunia mimpi? dunia mimpi tu bisa didefinisikan sebagai dunia, dimana sesuatu yang tidak mungkin bisa terjadi. sementara itu dunia nyata adalah dunia dimana kita hidup sekarang, yang aktuell, yang kita lihat setiap hari kita lihat dengan mata dan kepala kita sendiri.
postingan gue kali ini akan ngomongin tentang perpindahan yang kita alamin setelah kelulusan SMA.
beberapa hari yang lalu gue sempet nonton film, dalam film itu si pemeran utama menggambarkan 'dunia' sma sebagai 'dunia mimpi', dan setelah itu barulah manusia memasuki dunia nyata. personally, gue stuju banged dengan statement si pemeran utama. Kenapa?
karena waktu sekolah, kita cenderung mengalami dunia yang ideal, dunia yang nyaman untuk ditinggali, karena yang perlu kita lakukan cuma sesimpel pergi ke sekolah tiap pagi, bikin pr, dan mengerjakan ulangan. Tujuan kita menjalani masa itu jelas, yaitu untuk nyiapin kita supaya bisa survive di dunia nyata. Dunia pada saat sma adalah dunia yang bisa dibilang nyaman, karena kita diberi kenyamanan lewat antar jemput (yang sudah dibayar orang tua), dan kita biasanya mendapat guru yang dengan sabar membimbing dan 'nyuapin' kita dengan berbagai ilmu. Di luar sekolah pun kita hidup enak, gag perlu mikir mesti makan apa, gag perlu mikirin tagihan listrik, tagihan air, tagihan internet, dll.
lain ceritanya pada saat kita sudah terjun ke dunia nyata, kita disibukan dengan berbagai macam rutinitas baru, kita tidak lagi dibimbing seperti di sekolah, dan kita mulai bertanggung jawab terhadap masa depan kita sendiri.
Gue ngerasain hal itu pas gue sudah sampai disini. pas bulan" awal sih, kelakuan gue masih kayak anak SMA, yang taunya semua udah jadi, kayak di rumah di indo. Itu membuat masa" awal gue di jerman rada memprihatinkan, kamar yang berantakan, badan gak keurus, dll. Sampai pada suatu titik gw sadar kalau gue gak bisa ngandelin orang lain lagi kayak pas gue SMA dulu. Gue cuma bisa ngandelin diri gue sendiri. gue punya pola pikir begini, kalau gue ga bisa ngelakuin semuanya sendiri, mau jadi apa gue? dari situ pun gue mulai mencoba berubah, mulai mencoba lebih organised.
Beberapa bulan pun berlalu, dan gue pindah ke berlin. di berlin ada banyak banged orang indo, dan gue pun mulai mengenal orang-orang indo yang tinggal di berlin. di berlin gue nemuin banyak orang indo yang masih megang kultur indo, yang masih suka ramean, sementara gue pada saat itu udah mulai menjadi orang yang individualistis. Waktu terus berjalan, dan gue mulai ngeliad beberapa orang indo yang studinya amburadul dan ga jelas disini.
Mereka itu mungkin gak bodoh, tapi mereka cuma masih tinggal di dunia 'mimpi' mereka, membawa adat mereka pas sma, maunya dibimbing, tapi yang jadi pertanyaan, siapa yang akan membimbing mereka? the answer is 'no one'.
Banyak banged orang yang mendambakan 'kebebasan' pas sma, sekarang mereka mendapatkan itu, tapi mereka gag tau kalo kebebasan itu berbahaya, karena seorang yang bebas, bebas untuk menentukan nasibnya sendiri, mau sukses, bisa, mau pinter bisa, mau ancur bisa, mau jadi manusia gag berguna bisa, bisa jadi apa aja deh. kalau orang ditanya, pasti semuanya mau jadi sukses, tapi yang celaka, gag semua orang tau kalau kesuksesan baru bisa dicapai dengan proses yang lama dan keras. Banyak anak muda zaman sekarang mengira kesuksesan bisa dicapai dengan cara instant. untuk mendapatkan mediocre life aja seseorang harus berusaha, tidak bisa instant, bagaimana kalau orang mau menjadi orang yang sukses? yang pasti usaha yang dikeluarkan harus jauh lebih besar. dan yang pasti, harus terbangun dulu, supaya bisa meninggalkan dunia mimpi, dan melihat dunia nyata dengan segala kekejaman dan keindahannya.
so are u still sleeping? or are u already awake?
you gotta find it out yourself

Sunday, 15 May 2011

Perfection

'perfection' is a common word, everyone knows that word, right?
I wanna share something about perfection. When i was young, i saw that everything is perfect, and i can smile everyday.
But as i grow older, i find it hard to find something, which is 'perfect'. And i'm asking at the moment, 'why?'
Maybe, it's because we are getting smarter as we grow. So that the meaning of 'perfect' transforms into something which is not to reach. Moreover our brains have been loaded with a lot of stuff from the media, which influence our perspective about 'perfection'. As the result of it, we know the saying, 'nothing is perfect', or 'nobody is perfect'. I cant say that it's false. But it do makes people think that its impossible to be perfect, and it's impossible to find something or somebody perfect. If they do find something which is 'almost' perfect, they would search for the flaw. And the messed up part is, almost everybody tends to do it, searching a flaw from another people. Why does it happen? Because it's printed in everybody's mind that NOTHING IS PERFECT.
that phrase is also the cause of unsatisfaction. I mean it makes people hard to be satisfied with everything they have, cause like the saying 'nothing is perfect'.
For me personally, i find it quite hard to see that my life's perfect, or to see that i'm perfect enough for 'her'. But i do think that we can see that everything's perfect, if we can be grateful for everything that we have, so that we can experience 'perfection' in our life.
I think that's it for this time, happy sunday guys.
I'm signing out, adios..
BlogBooster-The most productive way for mobile blogging. BlogBooster is a multi-service blog editor for iPhone, Android, WebOs and your desktop

Tuesday, 10 May 2011

kepenuhan hidup.

beberapa saat yang lalu, gue sempet ngobrol" sm tmn gue tentang "kepenuhan hidup", kedengerannya emang berat, tapi kita ngobrolnya santai sebenernya.
tmen gue itu adalah tipikal orang yg gemar melawan "aturan", as y'all know, there are a lot of rules, which make no sense. he's in his late 20's, that's why I like to discuss a lot of things with him.
okay, off to the topic...
kalo orang indo ditanya, seperti apa hidup yg penuh, pasti kita bakal denger jawaban:
-udah lulus master
-udah berpenghasilan tetap
-udah BERKELUARGA
minimal 3 point itu pasti keluar, setuju?
tapi yang gue tanyakan, apakah itu benar?
gue sebentar lagi (kayaknya) pulang ke indo, setelah ilang di negeri orang selama 2 taun.
dan gue tau banged gue bakal jadi 'barang pameran' ke tmn" nyokap.
dan gue tau banged di antara mereka, pasti ada yang nanya, "bernard udah semester berapa?"
kemudian pasti mereka bakalan bingung begitu gue bilang 'belom kuliah, tante'
pasti akan ada tatapan meremehkan dari mata mereka, gue ngerti banged.
menurut gue itu rada salah, karena scara gag langsung si penanya itu udah memberi beban ke gue, untuk lulus lebih cepat, yg sebenernya menjadi urusan pribadi gue sebagai seorang manusia.
dan the fucked up thing is, they will keep asking such a 'difficult' question.
jadi, kalo gue udah lulus, pasti mereka akan nanya, 'udah pnya pacar blom?'
klo gue jwab udah, mereka akan nanya, 'kapan nikah?'
setelah nikah, mereka akan nanya, 'kapan pnya anak?'
kalo uda pnya anak, akan muncul pertanyaan" baru, seperti,
-anak mw sekolah di mana?
-mw dikuliahin dimana?
de es te
sampe kalo udah semua beres, mereka akan nanya, 'kapan mati?'
it's so pathetic.
I mean, all that things are my privacy, and moreover i have a thing called brain to make decision, and to form the shape of my own life.
dan yang paling nervig, kenapa ukuran kesempurnaan hidup manusia harus diukur dari pernikahan? dari dulu gue udah denger itu, dari gue kecil, bahwa pernikahan itu menyempurnakan kehidupan.
tapi, apa yang gue liad sekarang, pernikahan itu tidak selalu, bahkan jarang 'menyempurnakan' kehidupan.
angka perceraian yang selalu meningkat, banyaknya keluarga 'broken home', membuat gue berpikir, itu kah kesempurnaan yang orang-orang berusaha capai?
gue sendiri udah beberapa kali pacaran, dan menurut gue, gag gampang untuk hidup bersama orang lain.
Ini karena semua orang itu special menurut caranya sendiri, dan otomatis semua orang punya pendapat sendiri. dan semua orang tau, ketika ada lebih dari satu pendapat, maka hrus dicari jalan tengah. menurut gue itu wasting time.
contohnya:
- gue tinggal bareng sama satu pasangan, dua-duanya orang indo, dan hal yang selalu terjadi setiap seorang mau pergi adalah, mesti lapor. jadi kalo cewenya mau k party, mesti lapor dulu sama 'laki'-nya. problem pun muncul kalo lakinya gag ngijinin, pasti ada acara adu teriak dulu (which is the reason ,why i bought a noise cancelling headphones). dan ujung"nya kalo cwenya boleh kesana, pasti tu cewe telat dan lakinya ikutan. seandainya mereka gag pacaran, pasti tu cewe bisa dateng tepat waktu and probably having a good time there.
Setelah ngeliad mereka, gue jadi sadar gimana gue pacaran dulu, gimana egoisnya gue, gimana childish-nya gue.
but personally, gue rasa kepenuhan hidup ga harus dicapai dengan pernikahan. menurut gue kepenuhan hidup seorang manusia tercapai kalo orang itu udah dewasa, udah gag labil, udah tau apa tujuan hidupnya, dan hidupnya tanpa beban. menurut gue seseorang bisa dibilang 'penuh' kalau udah memenuhi kriteria" itu.
Mengenai pernikahan, gue rasa itu optional, tapi harus dilakukan dengan pertimbangan yang mateng. Karena kalau seseorang yang belom dewasa menikah, pasti berantakan dah rumah-tangganya. selain itu juga diperluin tingkat kemapanan tertentu buat nikah, soalnya nikah itu bisa diumpamain kayak nandatanganin kontrak jangka panjang, bagi yang cowok ya. soalnya cowok akan menjadi kepala keluarga, jadi seseorang pemimpin, dan dia akan bertanggungjawab terhadap manusia-manusia lain yang notabene adalah anggota keluarganya. menurut gue itu adalah tugas yang bener-bener berat. dan selain itu cowok harus bisa menghidupi keluarganya, kalau itu tidak terpenuhi, bisa aja terjadi perceraian.
na ja, tapi untuk gue sendiri, target gue tu cuma satu, gue mau hidup tanpa bergantung dengan orang lain, dengan begitu gue bisa hidup tenang.
soal pasangan hidup, gue rasa gue bakal just let it flow. soalnya hampir semua cewe bae udah in a relationship, dan cewe bae yang masih single ogah sama gue.
anyway gue udah selese pindahan nih, dan gue overally puas dengan kamar baru yang gue design sendiri.
kayaknya segitu dulu deh postingan gue, udah cukup panjang juga :p
have a nice day, folks, wherever you are
I'm signing out for a while
Tschuessi :)