apakah itu dunia mimpi? dunia mimpi tu bisa didefinisikan sebagai dunia, dimana sesuatu yang tidak mungkin bisa terjadi. sementara itu dunia nyata adalah dunia dimana kita hidup sekarang, yang aktuell, yang kita lihat setiap hari kita lihat dengan mata dan kepala kita sendiri.
postingan gue kali ini akan ngomongin tentang perpindahan yang kita alamin setelah kelulusan SMA.
beberapa hari yang lalu gue sempet nonton film, dalam film itu si pemeran utama menggambarkan 'dunia' sma sebagai 'dunia mimpi', dan setelah itu barulah manusia memasuki dunia nyata. personally, gue stuju banged dengan statement si pemeran utama. Kenapa?
karena waktu sekolah, kita cenderung mengalami dunia yang ideal, dunia yang nyaman untuk ditinggali, karena yang perlu kita lakukan cuma sesimpel pergi ke sekolah tiap pagi, bikin pr, dan mengerjakan ulangan. Tujuan kita menjalani masa itu jelas, yaitu untuk nyiapin kita supaya bisa survive di dunia nyata. Dunia pada saat sma adalah dunia yang bisa dibilang nyaman, karena kita diberi kenyamanan lewat antar jemput (yang sudah dibayar orang tua), dan kita biasanya mendapat guru yang dengan sabar membimbing dan 'nyuapin' kita dengan berbagai ilmu. Di luar sekolah pun kita hidup enak, gag perlu mikir mesti makan apa, gag perlu mikirin tagihan listrik, tagihan air, tagihan internet, dll.
lain ceritanya pada saat kita sudah terjun ke dunia nyata, kita disibukan dengan berbagai macam rutinitas baru, kita tidak lagi dibimbing seperti di sekolah, dan kita mulai bertanggung jawab terhadap masa depan kita sendiri.
Gue ngerasain hal itu pas gue sudah sampai disini. pas bulan" awal sih, kelakuan gue masih kayak anak SMA, yang taunya semua udah jadi, kayak di rumah di indo. Itu membuat masa" awal gue di jerman rada memprihatinkan, kamar yang berantakan, badan gak keurus, dll. Sampai pada suatu titik gw sadar kalau gue gak bisa ngandelin orang lain lagi kayak pas gue SMA dulu. Gue cuma bisa ngandelin diri gue sendiri. gue punya pola pikir begini, kalau gue ga bisa ngelakuin semuanya sendiri, mau jadi apa gue? dari situ pun gue mulai mencoba berubah, mulai mencoba lebih organised.
Beberapa bulan pun berlalu, dan gue pindah ke berlin. di berlin ada banyak banged orang indo, dan gue pun mulai mengenal orang-orang indo yang tinggal di berlin. di berlin gue nemuin banyak orang indo yang masih megang kultur indo, yang masih suka ramean, sementara gue pada saat itu udah mulai menjadi orang yang individualistis. Waktu terus berjalan, dan gue mulai ngeliad beberapa orang indo yang studinya amburadul dan ga jelas disini.
Mereka itu mungkin gak bodoh, tapi mereka cuma masih tinggal di dunia 'mimpi' mereka, membawa adat mereka pas sma, maunya dibimbing, tapi yang jadi pertanyaan, siapa yang akan membimbing mereka? the answer is 'no one'.
Banyak banged orang yang mendambakan 'kebebasan' pas sma, sekarang mereka mendapatkan itu, tapi mereka gag tau kalo kebebasan itu berbahaya, karena seorang yang bebas, bebas untuk menentukan nasibnya sendiri, mau sukses, bisa, mau pinter bisa, mau ancur bisa, mau jadi manusia gag berguna bisa, bisa jadi apa aja deh. kalau orang ditanya, pasti semuanya mau jadi sukses, tapi yang celaka, gag semua orang tau kalau kesuksesan baru bisa dicapai dengan proses yang lama dan keras. Banyak anak muda zaman sekarang mengira kesuksesan bisa dicapai dengan cara instant. untuk mendapatkan mediocre life aja seseorang harus berusaha, tidak bisa instant, bagaimana kalau orang mau menjadi orang yang sukses? yang pasti usaha yang dikeluarkan harus jauh lebih besar. dan yang pasti, harus terbangun dulu, supaya bisa meninggalkan dunia mimpi, dan melihat dunia nyata dengan segala kekejaman dan keindahannya.
so are u still sleeping? or are u already awake?
you gotta find it out yourself
No comments:
Post a Comment