Monday, 7 February 2011

a story

Pagi itu adalah pagi yg cerah. Sinar matahari bersinar mnembus jendela kamar giselle. Dia pun terbangun sambil merentangkan tangan. Kemudian dia pergi k kamar mandi. Pada saat ia berkaca, ia sadar bahwa ia memiliki kekuatan baru, yaitu ia dapat melihat hati ia sendiri.
Ia melihat hatinya dari pantulan cermin, hatinya berbentuk utuh dan bersinar sangat indah. Setelah itu ia pergi k sekolah. Dalam perjalanan, ia melihat bentuk hati orang2 yg berpapasan dengannya. Dan ia sadar bahwa bentuk hatinya lebih indah dibanding milik orang lain.
Setelah itu, ia berpapasan dengan seorang wanita tua. Ia melihat hati milik wanita tua itu sangatlah besar, tapi tidak berbentuk. Karena bingung, ia pun bertanya pada wanita itu, mengaoa hatinya berbentuk seperti itu.
Wanita tua itu pun berkata,
"dahulu kala, bentuk hatiku sama sepertimu, utuh dan bersinar. Tetapi ketika aku beranjak dewasa dan mulai mengenal banyak orang, bentuk hatiku mulai berubah. Karena setiap aku menyayangi orang lain, aku mencungkil hatiku dan kuberikan pada orang itu. Namun kadang mereka tidak membalas pemberianku itu, sehingga timbul lubang di hatiku. Kadang ada juga orang yang berbaik hati membagi hatinya untuk menambal lubang yang ada di hatiku. Kemudian aku beranjak mnjadi orang tua,, aku mengiris hatiku untuk suami dan anak-anakku. Hatiku yg sekarang terlihat besar karena merupakan kumpulan dari "hati" yang dibagi dari orang lain"

Giselle pun sekarang sadar bahwa hati wanita tua itu jauh lebih indah daripada miliknya. Karena hati itu terbentuk melewati proses yang lama dan menyakitkan.
Setelah itu wanita tua itu mengangkat wajahnya, dan kagetlah giselle ketika mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya sendiri.

Author: N.N
BlogBooster-The most productive way for mobile blogging. BlogBooster is a multi-service blog editor for iPhone, Android, WebOs and your desktop

No comments:

Post a Comment