Saturday, 19 March 2011

Sorry

Dulu gw demen bgd membantah org, terutama bonyok gue.
Karena menurut otak remaja gw, smua yg mereka bilang itu gag masuk akal.
Gue sering ribut sama mereka, dan ujung"nya pasti ada yg mewek, biasanya sih nyokap gue.
Dulu gue seneng klo bisa 'menang' adu debat sm nyokap, berasa jagoan. Rockstar.
Tapi sekarang, kalau gw pikir" lagi, gw prihatin juga sma diri gw yg dulu. Gw yg masih angkuh, berpikir bisa hidup sendiri dgn kekuatan sendiri, gw yg masih ingusan so zu sagen.
Dulu bokap gw pernah bilang, 'tmn" lo yg sekarang itu cuma 'tmn warung kopi'. Gw langsung nanya, 'kenapa?' dia bilang, 'they won't be there when you fall'. Gw langsung mencibir tanda gag setuju. Trus dia bilang, 'sekarang ente pasti ga percaya, tapi nanti suatu saat, pasti ente ngalamin.'
Bokap gue suka ngomong make aye-ente sama gue karena gw satu"nya anggota keluarga yg dilahirin di Jakarta. Okay, back to 'teman-warung-kopi', dulu gw gag percaya banged sama bokap gue, mnurut gue temen" gue adalah yg terbaik, mana mungkin mereka ninggalin gue.
Waktu pun berjalan dengan cepat, ga berasa udah 6 taun sejak bokap gue melontarkan statement tadi.
N sekarang gw udah membuktikan bahwa itu benar. Bukti yang paling jelas terjadi pas hari keberangkatan gue k jerman. Bukti itu adalah, gag ada satu pun temen gw yg nganter gw ke bandara. Yaah waktu itu mobil tmn gw juga lagi pada dipake sih, tapi menurut gue itu tetep merupakan sebuah kejadian unik yang pasti bakal ada terus d ingatan gue. Soalnya biasanya kalo ada yang mau cabut buat studi d luar negeri, pasti temen"nya pada nganterin, n biasanya rada" mengharukan gitu. But it didn't happen to me.
Well, then I knew that I don't really have friends. And now most of 'my friends' have forgotten me, just a few of them still remember me. And that's clearly a prove of my dad's statement. If someone's offended by this post, I really sorry and i don't mean it, I just wanna write down what i'm thinking. For my parents, I wanna say sorry, for every bad words I've said to you, I shouldn't have said it.

No comments:

Post a Comment